Sabtu, 29 September 2012

Peternakan Sapi Perah Terbesar di Asia Tenggara


Peternakan sapi perah milik PT Greenfields di desa Babadan, lereng Gunung Kawi, Malang, Jawa Timur, tercatat sebagai yang peternakan terbesar di Indonesia, bahkan se-Asia Tenggara, demikian dilaporkan detik.com. Sebayak 6.000 ekor sapi holstein dikembangbiakkan disana untuk diambil susunya, dan setiap tahun menghasilkan 20 juta liter susu murni.


Peternakan PT Greenfields Indonesia, sebagaimana dilansir oleh situs resminya, dirancang dan dikembangkan oleh para ahli dan profesional dari Australia dan Amerika Serikat. Peternakan canggih ini dilengkapi dengan bangsal pemerahan susu, kandang-kandang dengan udara terkendali, serta peralatan pemberian makan yang terkendali pula.

Setiap tahun supervisor dan manajer dari peternakan ini dipilih untuk menjalani pelatihan intensif di kedua negara itu agar mereka selalu mengikuti beberapa teknik mutakhir di berbagai bidang peternakan dan perusahaan susu modern.


Peternakan ini dikelola dengan sistem 'Herd Information' yang diimpor dari Amerika. Sistem ini mencatat informasi strategis dari setiap sapi seperti data keturunan, jumlah makanan, riwayat produksi susu, kesehatan, dan status reproduksinya.

PT Greenfields Indonesia mengimpor sapi perah mutu terbaik jenis Holstein dari Australia, yang secara khusus dipilih dengan sistem komputer DHIA untuk menentukan anak-anak sapi kelas utama berumur 10 - 12 bulan. Sapi yang terpilih, dan dinyatakan layak, kemudian dibesarkan di Australia sebelum dikirim ke peternakan kami di Malang.


Untuk menjamin dihasilkannya mutu susu terbaik, kesehatan dan nutrisi sapi - sapi perah ini terus diawasi secara ketat. Pakan sapi berkualitas diantaranya berasal dari rumput, pohon jagung, hingga makanan khusus yang diimpor dari Australia.


Seekor sapi di peternakan ini setiap harinya mampu menghasilkan 27 liter susu. Suasana tenang di pegunungan memberikan rasa nyaman bagi sapi yang ditempatkan di peternakan dan pabrik pengolahan yang terintegrasi tersebut.

Kamis, 27 September 2012

Sapi Terbesar di Dunia

Sapi bisa ditemukan dengan mudah di negara - negara yang masyarakatnya memiliki mata pencaharian dalam bidang berkebun atau pertanian. Tidak hanya di Indonesia, di beberapa negara di belahan Australia dan Eropa serta Amerika juga banyak terdapat sapi yang tidak hanya dimanfaatkan sebagai sapi potong serta diambil hasil susunya namun juga seperti di Indonesia, dimanfaatkan tenaganya untuk membantu petani mengolah tanah sawahnya. Di dunia ini terdapat beberapa sapi yang memiliki ukuran sangat besar dan seiring bertambahnya waktu, beberapa sapi - sapi terbesar sebelumnya digese dengan keberadaan sapi - sapi baru yang memiliki ukuran lebih besar dari sapi - sapi sebelumnya. Hingga tahun 2012 ini, rekor sapi terbesar di dunia masih dipegang oleh BIG COW CHILI yang berasal dari Chard, Somerset.
Big Cow Chili ini memiliki berat tubuh hingga 1250 kilogram. Sedangkan tinggi tubuh sapi terbesar di dunia ini mencapai 6 feet 6 inci. Sehingga saat orang bule yang notabene terkenal memiliki tinggi tubuh melebihi tinggi rata-rata orang Asia berdiri tegak masih tetap kalah tinggi dengan si sapi terbesar di dunia ini. Dengan berat tubuh sebesar 1250 kilogram, maka sapi terbesar di dunia ini akan mampu menghasilkan 3.500 beef burger dan 7.500 sosis. Tidak heran bila pernah ada orang yang menawar sapi ini dengan harga 20.000 Pounsterling. Namun sang pemilik, Naomi Clarke, tidak menginginkan sapi terbesar di dunia miliknya jatuh ke tangan orang lain.
Pertumbuhan Big Cow Chili yang tidak wajar telah disadari oleh pemiliknya sejak dia masih kecil sampai akhirnya sapi terbesar di dunia ini terus tumbuh seiring dengan berjalannya waktu. Keseharian Big Cow Chili hanya dihabiskan dengan memakan banyak rumput serta mendapatkan pijatan - pijatan di beberapa bagian tubuhnya. Sang pemilik memang terlihat sangat menyayangi sapi terbesar di dunia ini. Apalagi sejak Guinness Book of Record menyatakan bahwa Big Cow Chili merupakan sapi terbesar di dunia walaupun secara resmi tidak bisa dituangkan dalam sebuah lembar sertifikat karena 5 bulan sebelum surat permohonan dari sang pemilik diterima oleh museum rekor dunia tersebut telah ditetapkan sapi terbesar di dunia dipegang oleh sapi yang bernama Marshal yang memiliki berat 3000 lb. 
Bila dirunut dari daftar sapi - sapi yang berukuran tidak wajar, kita bisa menemukan sapi yang memiliki tinggi 6 feet 8 inci yang bernama Fiorino yang berasal dari Italy namun berat badan sapi ini terpaut sedikit lebih ringan bila dibanding dengan Big Cow Chili. Rekor sapi terbesar di dunia sebelumnya pernah dipegang oleh The Colonel, sapi yang berasal dari Inggris, yang memiliki tinggi tubuh 6 feet 5 inci serta berat tubuh 3500 lb namun telah mati pada tahun 2005 lalu.

 "Saya Tunggu Komentar dan Saran Anda"
Sumber :  http://carapedia.com

Melihat Produksi Daging Sapi Australia bersama MLA



 
Beberapa waktu lalu, Majalah Sedap mendapat kehormatan untuk berkunjung ke Australia atas undangan Meatlive Stock Australia (MLA). Kami berkesempatan melihat proses peternakan sapi, sejak diternakkan hingga siap dikirimkan ke sejumlah negara. Kualitas dan higienitasnya betul-betul terjaga sempurna. Tak heran Australia menjadi salah satu eksportir daging sapi terbaik di dunia.


MLA adalah organisasi non profit yang memiliki misi untuk mengedukasi manfaat daging sapi Australia ke seluruh Dunia. Salah satunya dengan bekerjasama dengan media massa untuk menyebarkan informasi bermanfaat ini. Dalam kunjungan ke Australia kali ini, SEDAP mendapatkan informasi seputar daging sapi. Mulai dari cara sapi diternakkan, proses produksi, higienitas, hingga daging siap diekspor.  Begitu juga proses pemotongan daging yang terjaga kehalalannya. “Tujuannya untuk mendapatkan kualitas makan (eating quality) yang maksimal dalam mengonsumsi daging sapi,” ujar Aaron Lori, selaku Regional Manager MLA kawasan South East Asia/Greater China.
Diternakkan secara alami
Sejak tahun 1788, Australia dikenal sebagai negara pengekspor sapi, bahkan kini sudah mengekspor hingga ke lebih dari 100 negara. Salah satu kunci kesuksesannya terletak pada proses ternaknya yang alami, didukung dengan iklim bagus, teknologi canggih, dan sistem yang terjaga baik sejak sapi lahir, hingga siap ekspor.
Rumput yang  tumbuh di Australia kaya kandungan karoten, dan bebas pestisida. Sapi yang hidup di alam ini dibiarkan bebas menikmati pakan rumput. Proses pemberian pakan sapi seperti ini disebut natural grassfed. “Keistimewaan sapi yang diberi pakan alami akan menghasilkan daging yang rendah lemak, bertekstur lembut, lebih  kaya rasa, dan pasti lebih sehat karena bebas bahan kimia,” imbuh Aaron.
Grainfed
Seluruh ternak sapi diberi makan rumput alami (grassfed) hingga  berusia 6 bulan. Setelah itu, sapi digemukkan dengan pemberian pakan khusus berupa aneka biji-bijian. Proses pemberian pakan ini disebut grainfed. Grainfed biasanya terdiri dari canola meal, wheat, canola oil, dan berbagai jenis gandum. Takaran komposisi pakan biji-bijian ini sudah diperhitungkan sehingga menghasilkan daging berkualitas baik, di antaranya lebih tinggi protein, rendah karbohidrat, kaya serat, dan rendah lemak.
Sapi yang sudah memasuki periode grainfed hidup bebas di tanah peternakan yang luas. Kawasan ini dikenal dengan nama feedlot. Fungsinya kurang lebih sebagai tempat menggemukkan sapi. Proses pemberian grainfed di feedlot memiliki waktu yang berbeda-beda. Biasanya berkisar antara 100 - 400 hari, tergantung kualitas daging yang diinginkan. Semakin lama periode grainfed, maka daging yang dihasilkan akan semakin bagus dan lezat.  “Periode grainfed sangat tergantung permintaan pasar,” ujar Geoff Pearson, pemilik TW Pearson&Son, salah satu feedlot terbesar di Australia Barat.
Dibandingkan sapi diberi hanya diberi pakan rumput alami (grassfed), maka sapi grainfed memiliki beberapa keunggulan. Di antaranya tingkat keempukan yang lebih baik, sebaran otot yang merata (marbleing), dan kandungan omega 6 yang lebih tinggi dibandingkan sapi grassfed.
Food safety dan traceability systemDaging sapi yang enak harus berasal dari sapi yang sehat, diolah dengan tepat, dan terjamin keamanan pangannya. Lantas bagaimana caranya mengontrol ribuan sapi agar terjamin kesehatannya? Ternyata peternak di seluruh Australia menerapkan teknologi traceability system. Sesuai namanya, sistem ini gunanya untuk menelusuri dan mengidentifikasi asal-usul ternak, lokasinya, hingga gerakan sapi secara terpadu agar kualitas sapi terkontrol sejak awal. ?Traceability system diterapkan dengan cara memasang sebuah chip pada telinga sapi. Geoff menjelaskan chip pada sapi tidak akan menyakiti sapi dan sudah dipasang sejak bayi sapi baru lahir. “Chip akan terus terpasang di telinga hingga sapi siap dipotong,” tambahnya.
Dengan teknologi ini, setiap sapi yang tidak sehat bisa diindentifikasi melalui gerakan atau lokasi sapi berada.  Begitu juga data mengenai kapan dan di mana sapi dilahirkan. “Di Australia data seekor sapi sangat penting,” tegas Geoff.
Harvey Abattoir
Setelah sapi diternakkan dengan baik dan dinyatakan siap ekspor, maka ternak sapi akan dibawa ke tempat pejagalan (abattoir). Salah satu tempat pejagalan ternama di Australia adalah Harvey Beef yang tak asing lagi di dunia perdagingan Australia karena menerapkan sistem pemotongan hewan yang canggih dan terjaga kebersihannya. Perusahaan ini menguasai ekspor daging sapi ke lebih dari 30 negara seperti Jepang, Korea, Taiwan, Timur Tengah, Amerika, dan termasuk pemasok terbesar ke Indonesia.
Salah satu keunggulan Harvey Abattoir adalah memisahkan areal proses pemotongan sapi secara halal dan non halal. Sapi yang dipotong secara halal dilakukan dan disaksikan moslem representative, dan dibuktikan dengan sertifikat halal. Menurut Ralph Capone selaku Quality Assurance Manager Harvey Beef, sapi yang ukurannya sangat besar tidak akan memungkinkan disembelih secara Islam. Sapi ini akan langsung dikategorikan sapi tidak halal. Caranya dengan menembak sapi raksasa ini tepat di bagian dahinya.?Sementara sapi yang dipotong secara islam dilakukan dengan cara menyembelih lehernya menghadap kiblat, dan diproses sesuai syariah Islam. Ukuran sapi yang disembelih secara halal usianya tak lebih dari 8 bulan – 1 tahun dengan rata-rata bobotnya mencapai 150 kilogram. Sedangkan sapi muda (veal), beratnya tidak lebih dari 70 kilogram saja.
Untuk proses menguliti dan pemotongan daging digunakan sistem conveyor belt (rel berjalan). Sapi dikaitkan secara menggantung dengan posisi leher di bawah sehingga lebih mudah dikuliti. “Selain lebih mudah melakukan proses pengulitan, juga untuk menjaga higienitas proses pemotongan sapi karena sapi tidak menyentuh lantai sama sekali,” sambung Ralph.
Setelah dikuliti, sapi dipotong setiap bagiannya, di antaranya potongan beef shin, topside, knuckle, rump, tenderloin, skirt, striploin, cube roll, chuck, dan brisket (sanding lamur). Sedangkan bagian jeroan sapi akan dikeluarkan, dipotong, dan dikemas tersendiri di sebuah ruangan khusus agar tidak tercampur dengan bagian daging.
Daging sapi yang sudah dipotong, langsung dikemas dengan plastik vakum. Tak ada satu potong daging pun yang dicuci dengan air. Proses pemotongan dengan higienitas tingkat tinggi menjadi salah satu alasan mengapa daging sapi Australia tak perlu dicuci dengan air. “Proses pencucian daging dengan air justru bisa membuat daging terkontaminasi bakteri,” tutur Ralph.
Proses pengemasan daging dilakukan secara otomatis melalui sebuah mesin berjalan. Sebuah metal detector juga digunakan untuk mendeteksi material lain yang mungkin menempel pada daging. Metal detector akan berbunyi jika daging sapi yang melintas ternyata membawa kotoran atau bahan lain yang dapat membahayakan konsumen.  “Metal detector ini salah satu prosedur untuk menjamin food safety yang wajib dilakukan,” tegas Ralph.
Daging sapi siap ekspor seluruhnya dikemas secara vakum, dibekukan, dan langsung diekspor. Pembekuan daging (freezing) merupakan salah satu prosedur untuk mencegah pertumbuhan bakteri merugikan sehingga kualitas daging tetap terjaga baik sampi di negara tujuan. Dalam sehari, Harvey Abattoir sedikitnya memproses hingga 3 ribu ekor sapi. Semuanya terkontrol dengan baik, higienis, dan memastikan daging dalam kondisi terbaik sampai ke konsumen. Bravo daging sapi Australia!

"Saya Tunggu Komentar dan Saran Anda"

Sumber : http://www.sajiansedap.com

Bahaya Mengkonsumsi Daging Merah Terlalu Banyak

Bahaya Mengkonsumsi Daging Merah
Mengkonsumsi daging merah yang diolah sendiri atau makanan olahan pabrik yang berbahan daging merah, ternyata tidak berdampak baik bagi kesehatan usus dan jantung.
Bahkan potensi usus terkena kanker menjadi lebih besar jika seseorang sering menjadikan daging merah sebagai bagian dari makanannya.
Orang yang sering menyantap makanan dari daging merah telah terbukti berisiko mengidap penyakit kanker atau gangguan jantung.
Kesimpulan tersebut tentu tidak sekedar hipotesa belaka melainkan telah dibuktikan melalui serangkaian riset.
Antara lain dilakukan oleh American Institute for Cancer Research (AICR) dan World Cancer Research Fund.
Konsumsi setiap 100 gram daging merah (sapi, kambing, domba, babi), per hari, maka resiko seseorang mengidap kanker usus besar naik 17 % dibanding mereka yang tidak mengkonsumsi daging merah.
Jika mengkonsumsi produk olahannya semisal sosis, dan ham dengan porsi yang sama, yaitu 100 gram, maka resiko naik menjadi 36% menderita kanker usus.
Mengapa daging merah yang harus diwaspadai? Ini karena kandungan senyawa kimia dalam daging yang bernama heterocyclicamines.
Senyawa ini akan bereaksi sebagai pemicu kanker jika daging dimasak dengan suhu tinggi.
Namun, jika konsumsi daging merah tidak sering, dengan jumlah yang sedikit, dan divariasikan bersama makanan sumber serat seperti sayuran dan buah, maka dapat dipastikan resiko seseorang terjangkit kanker usus menjadi kecil sekali.
Tetap bijak dalam mengkonsumsi jenis makanan yang satu ini, pastinya adalah kunci dari kesehatan.

"Saya Tunggu Komentar dan Saran Anda"

Sumber :  http://sidomi.com

6 Cara Membedakan Daging Sapi dengan Daging Babi

Ada beberapa perbedaan mendasar antara daging babi dan sapi. Dr. Ir. Joko Hermanto, Guru besar Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan IPB, mengatakan bahwa secara kasat mata ada lima aspek yang terlihat berbeda antara daging babi dan sapi yaitu warna, serat daging, tipe lemak, aroma dan textur. Atas dasar itu fokus pengamatan kami diarahkan pada lima aspek tersebut.

1. Dari segi warna

Terlihat daging babi memiliki warna yang lebih pucat dari daging sapi (lihat gambar 1), warna daging babi mendekati warna daging ayam. Namun perbedaan ini tak dapat dijadikan pegangan, karena warna pada daging babi oplosan biasanya dikamuflase dengan pelumuran darah sapi, walau kamuflase in dapat dihilangkan dengan perendaman dengan air. Selain itu, ada bagian tertentu dari daging babi yang warnanya mirip sekali dengan daging sapi sehingga sangat sulit membedakannya.
2. Dari segi serat daging

Perbedaan terlihat dengan jelas antara kedua daging. Pada sapi, serat-serat daging tampak padat dan garis-garis seratnya terlihat jelas. Sedangkan pada daging babi, serat-seratnya terlihat samar dan sangat renggang. Perbedaan ini semakin jelas ketika kedua daging direnggangkan bersama (lihat gambar 2).

3. Dari penampakkan lemak,

Perbedaan terdapat pada tingkat keelastisannya. Daging babi memiliki tekstur lemak yang lebih elastis sementara lemak sapi lebih kaku dan berbentuk. Selain itu lemak pada babi sangat basah dan sulit dilepas dari dagingnya sementara lemak daging agak kering dan tampak berserat (lihat gambar 3). .

Namun kita harus hati-hati pula bahwa pada bagian tertentu seperti ginjal, penampakkan lemak babi hampir mirip dengan lemak sapi.

4. Dari segi tekstur
Daging sapi memiliki tekstur yang lebih kaku dan padat dibanding dengan daging babi yang lembek dan mudah diregangkan (lihat gambar 4). Melalui perbedaan ini sebenarnya ketika kita memegangnya pun sudah terasa perbedaan yang nyata antar keduanya karena terasa sekali daging babi sangat kenyal dan mudah di “biye” kan. Sementara daging sapi terasa solid dan keras sehingga cukup sulit untuk diregangkan

5. Dari segi aroma
Terdapat sedikit perbedaan antara keduanya. Daging babi memiliki aroma khas tersendiri, sementara aroma daging sapi adalah anyir seperti yang telah kita ketahui. Segi bau inilah yang -menurut pak Joko- sebenarnya senjata paling ampuh untuk membedakan antar kedua daging ini. Karena walaupun warna telah dikamuflase dan dicampur antar keduanya, namun aroma kedua daging ini tetap dapat dibedakan. Sayangnya kemampuan membedakan melalui aromanya ini membutuhkan latihan yang berulang-ulang karena memang perbedaannya tidak terlalu signifikan.

6. Karakteristik secara Umum
Secara umum karakteristk daging babi ternak dan babi hutan (celeng) mirip satu sama lain, sementara daging babi memiliki perbedaan yang cukup banyak dengan daging sapi. Namun ketika kedua jenis daging tersebut telah dicampurkan, apalagi setelah dikamuflase dengan darah sapi, keduanya (daging babi dan sapi) menjadi sangat sulit untuk dibedakan.
Penjualan daging babi oplosan merupakan kegiatan yang ilegal, sehingga biasanya daging ini tidak di display di meja penjualan. Daging ini biasanya dikeluarkan ketika ada pembeli yang menanyakan, “apakah ada daging murah pak?” sehingga kita pantas menaruh curiga bila ada penjual yang menjual daging dengan harga “miring”. Sifat yang lain juga adalah lokasi penjualan yang biasanya di tempat yang gelap dan cukup terpisah dari yang lainnya supaya daging tidak menjadi pusat perhatian orang banyak.

 "Saya Tunggu Komentar dan Saran Anda"

Sumber :  http://terselubung.blogspot.com

Manfaat Daging Sapi Bagi Tubuh Manusia

Sumber Gambar: Website Gambar Daging Sapi
Daging sapi mempunyai gizi tinggi, rasa enak dan bermanfaat bagi tubuh manusia apabila dagingnya baik dan sehat.
Daging sapi sangat disukai karena mempunyai gizi tinggi dan rasanya enak serta gurih. Masyarakat Indonesia biasa memasak daging sapi dengan berbagai ragam masakan yang dapat merangsang selera makan. Daging sapi bergizi tinggi, bermanfaat bagi tubuh manusia dan mempunyai rasa enak hanya diperoleh dari daging yang baik dan sehat.
Tanda-tanda daging sapi yang baik dan sehat
- Ada cap rumah potong hewan (RPH) yang menunjukkan bahwa daging sapi berasal dari sapi yang sehat, layak potong, dan disembelih dengan cara yang benar.
- Daging berwarna alamiah, yaitu merah sedikit kekuningan.
- Berbau khas daging sapi.
- Terlihat kenyal dan padat.
- Daging berserat halus dan sedikit berlemak.
- Lemak berwarna kekuningan.
Daging sapi yang jelek dan tidak sehat
Daging sapi yang jelek berarti tidak sehat dan tidak boleh dikonsumsi/dimakan, karena akan berpengaruh jelek bagi tubuh manusia. Tanda-tanda daging yang sudah jelek sebagai berikut: warna kebiruan, berbau busuk (rusak), lemak sudah lembek, berlendir, dihinggapi lalat, dan tempat penjualannya kotor.
Pengawetan daging sapi
Untuk mendapatkan daging sapi yang baik dan sehat perlu dilakukan pengawetan, dengan tujuan memperlambat atau mencegah kerusakan/pembusukan yang menyebabkan menurunnya mutu/kualistas daging sapi. Salah satu cara pengawetan daging sapi ini dapat dilakukan dengan pendinginan.
Pendinginan dilakukan segera setelah hewan disembelih, agar tidak cepat busuk, caranya: daging disimpan dalam ruang bersuhu 2-4 derajat (2-4o) dibawah 0 derajat Celsius (0o C), daging akan tahan selama 6 (enam) hari. Sedangkan pembekuan dilakukan dengan cara: daging disimpan dalam suhu 20-30o dibawah 0o C, daging akan tahan untuk beberapa waktu lebih dari 6 (enam) hari.
Kandungan zat gizi daging sapi
Gizi adalah zat atau senyawa kimiawi yang terdapat dalam pangan yang bermanfaat bagi pertumbuhan dan kesehatan manusia. Setiap bahan pangan mempunyai kandungan zat gizi yang berbeda-beda baik jumlah maupun jenisnya. Bahkan sesama bahan panganpun ada yang berbeda jumlahnya, misalnya untuk daging sapi mempunyai kandungan protein paling tinggi dibanding dengan daging hewan lainnya. Menurut Departemen Kesehatan (1981), setiap 100 gram daging sapi mengandung kalori 207 kkcl, protein 18,8 gram, lemak 14,0 gram, calcium 11 mg, phosphor 170 mg dan besi 2,8 mg.
Manfaat daging sapi bagi tubuh manusia
Setiap 100 gram daging sapi mengandung protein 18,8 gram. Protein dari daging sapi ini disebut protein hewani yang mempunyai struktur asam amino yang mirip dengan manusia, tidak dapat dibuat oleh tubuh (essensial), susunan asam aminonya relatif lebih lengkap dan seimbang. Daya cerna protein hewani lebih baik dibanding dengan protein nabati (dari tumbuh-tumbuhan). Pada tubuh makluk hidup seperti manusia, protein merupakan penyusun bagian besar organ tubuh, seperti: otot, kulit, rambut, jantung, paru-paru, otak, dan lain-lain. Adapun fungsi protein yang penting bagi bagi tubuh manusia, antara lain untuk: 1) pertumbuhan; 2) memperbaiki sel-sel yang rusak, 3) sebagai bahan pembentuk plasma kelenjar, hormone dan enzin; 4) sebagian sebagai cadangan energi, jika karbohidrat sebagai sumber energi utama tidak mencukupi; dan 5) menjaga keseimbangan asam basa darah.
Anak-anak yang sering memakan bahan pangan yang mengandung protein hewani akan terlihat tumbuh cepat, mempunyai daya tahan tubuh kuat, dan cerdas dibanding dengan anak yang jarang makan makanan berprotein tinggi. Tumbuh cepat ditandai dengan badannya berisi, segar dan lebih gemuk serta tinggi. Sedangkan mempunyai daya tahan tubuh kuat biasanya ditandai dengan jarang sakit-sakitan dan aktif atau banyak beraktifitas/lincah. Kemudian cerdas ditandai dengan pandai di sekolah dan cepat tanggap terhadap pertanyaan.
Selain protein tersebut, lemak juga bermanfaat bagi tubuh manusia, yaitu sebagai simpanan energi/tenaga. Lemak yang terdapat dalam daging sapi berfungsi sebagai sumber energi yang padat bagi tubuh manusia, setiap gram lemak menghasilkan energi sebanyak 9 kkal. Selain itu lemak juga berfungsi bagi tubuh manusia untuk menghemat protein dan thiamin, serta membuat rasa kenyang yang lebih lama.
Penulis : SUSILO ASTUTI H.
(Penyuluh Pertanian Pusbangluhtan)
Sumber Informasi:
1. Anonim. Memilih Daging Sapi Yang Baik dan Sehat. Ditjen Peternakan, Departemen Pertanian. 1996.
2. Anonim. Kamus Istilah Ketahanan Pangan. Badan Ketahamana Pangan, Departemen Pertanian. 2005.
3. Website Gambar Daging Sapi.

 "Saya Tunggu Komentar dan Saran Anda"

Mempelajari Kualitas Daging

http://yuari.files.wordpress.com/2011/02/daging-sapi.jpg
Kualitas daging dipengaruhi oleh beberapa faktor, baik pada waktu hewan masih hidup maupun setelah dipotong. Pada waktu hewan hidup, faktor penentu kualitas dagingnya adalah cara pemeliharaan, yang meliputi pemberian pakan, tata laksana pemeliharaan dan perawatan kesehatan. Kualitas daging juga dipengaruhi oleh pengeluaran darah pada waktu hewan dipotong dan kontaminasi sesudah hewan dipotong.
Kualitas daging yang baik
Keempukan atau kelunakan
Keempukan daging ditentukan oleh kandungan jaringan ikat. Semakin tua usia hewan, susunan jaringan ikat semakin banyak, sehingga daging yang dihasilkan semakin liat. Jika ditekan dengan jari, daging sehat akan memiliki konsistensi kenyal (padat).
Kandungan lemak atau marbling
Marbling adalah lenak yang terdapat diantara serabut otot (intramuscular). Lemak berfungsi sebagai pembungkus otot dan mempertahankan keutuhan daging pada waktu dipanaskan. Marbling berpengaruh terhadap citra rasa daging.
Warna
Warna daging bervariasi, tergantung dari jenis secara genetik dan usia, misalnya daging sapi potong lebih gelap daripada daging sapi perah, daging sapi muda lebih pucat daripada daging sapi dewasa.
Rasa dan Aroma
Cita rasa dan aroma dipengaruhi oleh jenis pakan. Daging yang berkualitas baik mempunyai rasa yang relatif gurih dan aroma yang sedap.
Kelembaban
Secara normal daging mempunyai permukaan yang relatif kering sehingga dapat menahan pertumbuhan mikroorganisme dari luar. Dengan demikian mempengaruhi daya simpan daging tersebut.
Kualitas daging yang tidak baik
Bau dan rasa yang tidak normal
Bau yang tidak normal biasanya akan segera tercium sesudah hewan dipotong. Hal itu dapat disebabkan oleh adanya kelainan antara lain :
  1. Hewan sakit
    Hewan yang sakit, terutama yang menderita radang bersifat akut pada organ dalam, akan menghasilkan daging yang berbau seperti mentega tengik.
  2. Hewan dalam pengobatan
    Hewan dalam masa pengobatan terutama dengan pemberian antibiotika, akan menghasilkan daging yang berbau obat-obatan.
Warna daging tidak normal
Warna daging yang tidak normal tidak selalu membahayakan kesehatan konsumen, namun mengurangi selera konsumen.
Konsistensi daging tidak normal
Daging yang tidak sehat mempunyai kekenyalan rendah (jika ditekan dengan jari akan terasa lunak) apalagi diikuti dengan perubahan warna yang tidak normal. Maka daging tersebut tidak layak dikonsumsi.
Daging busuk
Daging yang busuk dapat mengganggu kesehatan konsumen, karena menyebabkan gangguan saluran pencernaan. Pembusukan dapat disebabkan karena penanganan yang kurang baik pada waktu pendinginan, sehingga aktivitas bakteri pembusuk meningkat, atau karena dibiarkan di tempat terbuka dalam waktu relatif lama pada suhu kamar, sehingga terjadi proses pemecahan protein oleh enzim-enzim dalam daging.
Daging Sapi Gelonggongan
Memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
  1. Warna daging merah pucat
  2. Konsistensi daging lembek
  3. Permukaan daging basah
  4. Biasanya penjual tidak menggantung daging tersebut karena bila digantung akan banyak air yang menetes dari daging itu.
 "Saya Tunggu Komentar dan Saran Anda"

Sumber :  http://yuari.wordpress.com