Selasa, 25 September 2012

PERKEMBANGAN EMBRIO SAPI


      Reproduksi merupakan proses perkembangan suatu makhluk hidup yang dimulai sejak bersatunya sel telur dan sel mani menjadi individu baru yang disebut zigot yang disusul dengan kebuntingan dan diakhiri dengan kelahiran.

A.  Fase Perkembangan Embrio
Embriogenesis adalah proses pembentukan dan perkembangan embrio. Proses ini merupakan tahapan perkembangan sel setelah mengalami pembuahan atau fertilisasi. Embriogenesis meliputi pembelahan sel dan pengaturan di tingkat sel. Sel pada embriogenesis disebut sebagai sel embriogenik.
Tahapan pertumbuhan dan perkembangan embrio dibedakan menjadi 2 tahap yaitu :
a. Fase Embrionik yaitu fase pertumbuhan dan perkembangan makhluk hidup selama masa embrio yang diawali dengan peristiwa fertilisasi      sampai dengan terbentuknya janin di dalam tubuh induk betina.
b.  Fase fertilisasi adalah pertemuan antara sel sperma dengan sel ovum dan akan menghasilkan zygote. Zygote akan melakukan pembelahan sel (cleavage).
            Secara umum, sel embriogenik tumbuh dan berkembang melalui beberapa fase, antara lain:
1.    Sel tunggal (yang telah dibuahi)
2.    Blastomer
3.    Blastula
4.    Gastrula
5.    Neurula
6.    Embrio / Janin
Tahapan fase embrionik yaitu :
a.    Morula
            Morula adalah suatu bentukan sel sperti bola (bulat) akibat pembelahan sel terus menerus. Keberadaan antara satu dengan sel yang lain adalah rapat. Morulasi yaitu proses terbentuknya morula
b.   Blastula
Blastula adalah bentukan lanjutan dari morula yang terus mengalami pembelahan. Bentuk blastula ditandai dengan mulai adanya perubahan sel dengan mengadakan pelekukan yang tidak beraturan. Di dalam blastula terdapat cairan sel yang disebut dengan Blastosoel. Blastulasi yaitu proses terbentuknya blastula.
c.    Gastrula
Gastrula adalah bentukan lanjutan dari blastula yang pelekukan tubuhnya sudah semakin nyata dan mempunyai lapisan dinding tubuh embrio serta rongga tubuh. Gastrula pada beberapa hewan tertentu, seperti hewan tingkat rendah dan hewan tingkat tinggi, berbeda dalam hal jumlah lapisan dinding tubuh embrionya. Triploblastik yaitu hewan yang mempunyai 3 lapisan dinding tubuh embrio, berupa ektoderm, mesoderm dan endoderm. Hal ini dimiliki oleh hewan tingkat tinggi page 1 /seperti Vermes, Mollusca, Arthropoda, Echinodermata dan semua Vertebrata. Diploblastik yaitu hewan yang mempunyai 2 lapisan dinding tubuh embrio, berupa ektoderm dan endoderm. Dimiliki oleh hewan tingkat rendah seperti Porifera dan Coelenterata. Gastrulasi yaitu proses pembentukan gastrula.
Organogenesis yaitu proses pembentukan organ-organ tubuh pada makhluk hidup (hewan dan manusia). Organ yang dibentuk ini berasal dari masing-masing lapisan dinding tubuh embrio pada fase gastrula.
Contohnya :                         
a.    Lapisan Ektoderm akan berdiferensiasi menjadi cor (jantung), otak (sistem saraf), integumen (kulit), rambut dan alat indera.
b.    Lapisan Mesoderm akan berdiferensiasi menjadi otot, rangka (tulang/osteon) alat reproduksi (testis dan ovarium), alat peredaran darah dan alat ekskresi seperti ren.
c.    Lapisan Endoderm akan berdiferensiasi menjadi alat pencernaan, kelenjar
     pencernaan, dan alat respirasi seperti pulmo. Imbas embrionik yaitu pengaruh dua lapisan dinding tubuh embrio dalam pembentukan satu organ tubuh pada makhluk hidup.
Contohnya :
a.    Lapisan mesoderm dengan lapisan ektoderm yang keduanya mempengaruhi dalam pembentukan kelopak mata. Pertumbuhan dan perkembangan manusia. Setelah peristiwa fertilisasi, zygote akan berkembang menjadi embrio yang sempurna dan embrio akan tertanam pada dinding uterus ibu. Hal ini terjadi masa 6 – 12 hari setelah proses fertilisasi. Sel-sel embrio yang sedang tumbuh mulai memproduksi hormon yang disebut dengan hCG atau human chorionic gonadotropin, yaitu bahan yang terdeteksi oleh kebanyakan tes kehamilan. HCG membuat hormon keibuan untuk mengganggu siklus menstruasi normal,membuat proses kehamilan jadi berlanjut.
Janin akan mendapatkan nutrisi melalui plasenta/ ari-ari. Embrio dilindungi oleh selaput-selaput yaitu:
1.    Amnion yaitu selaput yang berhubungan langsung dengan embrio dan  menghasilkan cairan ketuban. Berfungsi untuk melindungi embrio dari guncangan.
2.   Korion yaitu selaput yang terdapat diluar amnion dan membentuk jonjot yang menghubungkan dengan dinding utama uterus. Bagian dalamnya terdapat pembuluh darah.
3.    Alantois yaitu selaput terdapat di tali pusat dengan jaringan epithel menghilang page 2 /3 dan pembuluh darah tetap. Berfungsi sebagai pengatur sirkulasi embrio dengan plasenta, mengangkut sari makanan dan O2, termasuk zat sisa dan CO2.
4.    Sacus vitelinus yaitu selaput yang terletak diantara plasenta dan amnion.merupakn tempat munculnya pembuluhdarah yang pertama.

B.  Periode Perkembangan Embrio
Periode Embrio / organogenesis merupakan suatu periode ketika sel-sel berada dalam proses pembentukan organ-organ spesifik dalam tubuh embrio. Merupakan periode dimulainya implantasi sampai saat dimulainya pembentukan organ tubuh bagian dalam. Pada sapi berkisar hari ke 12-45, kucing 6-24, dan kuda 12-50 setelah fertilisasi. Selama periode ini akan terbentuk lamina germinativa selaput embrionik dan organ tubuh  (Toelihere,1979).



Periode perkembangan embrio adalah sebagai berikut:
a. Periode Persiapan
Kedua parent disiapkan untuk melakukan perkawinan. Gamet mengalami proses pematangan sehingga mampu melakukan pembuahan.
b. Periode Pembuahan
Kedua parent kawin, gamet melakukan perjalanan ke tempat pembuahan, kemudian kedua jenis gamet pun melakukan pembuahan.
c. Periode Pertumbuhan Awal
Pertumbuhan sejak zigot mengalami pembelahan berulang kali sampai saat embrio memiliki bentuk primitif yaitu bentuk dan susunan tubuh embrio masih sederhana dan kasar. Periode ini terdiri dari empat tingkat:
1)   Tingkat Pembelahan
Cleavage atau disebut juga segmentasi terjadi setelah pembuahan. Zigot membelah berulang kali samapai terdiri dari berpuluh sel kecil yang disebut blastomere. Pembelahan itu bisa meliputi seluruh bagian, bisa pula hanya pada sebagian kecil zigot. Pada umumnya pembelahan itu secara mitosis. Pada akhir pembelahan akan terbentuk morula yang masif, dalamnya tidak berongga.
2) Tingkat Blastula
Sementara sel-sel morula mengalami pembelahan terus-menerus, terbentuklah rongga di tengah, atau pada ayam di bawah germinal disc. Rongga ini makin lama makin besar, berisi cairan. Embrio yang memiliki rongga itu kini disebut blastula, rongganya disebut blastocoel.
Pasa Eutheria ini blastula memiliki dua kelompok sel atau jaringan yang jelas dapat dibedakan:
a)    Embrioblast atau gumpalan sel dalam (inner cell mass), akan tumbuh menjadi embrio.
b)   Tropoblast, akan menyalurkan makanan dari uterus induk.
Ada pula yang memberi nama dua daerah utama blastula, yaitu:
a)    Epiblast, bagi blastomere yang terletak sebelah atas atau daerah kutub animalus. Sebagian besar akan menumbuhkan ectoderm.
b)   Hypoblast, bagi blastomere yang terletak sebelah bawah atau daerah kutub vegetativus. Sebagian besar menumbuhkan endoderm.
Blastula memiliki daerah-daerah sel yang akan menjadi bakal pembentuk alat. Pada embryogenesis berikutnya daerah-daerah itu akan bergerak menyusun diri untuk menjadi lapisan-lapisan atau jejeran sel tersendiri. Dikenal lima daerah bakal pembentuk alat, yaitu:
·      Bakal ectoderm epidermis,
·      Bakal ectoderm saraf,
·      Bakal notochord,
·      Bakal mesoderm, dan
·      Bakal endoderm (entoderm).
3) Tingkat Gastrula
Pada gastrula akan terbentuk tiga lapisan: ectoderm, endoderm, dan mesoderm. Dalam proses gastrulasi disamping terus terjadi pembelahan dan perbanyakan sel terjadi pula berbagai macam gerakan sel dalam usaha untuk mengatur dan menderetkan sesuai dengan bentuk dan susunan tubuh individu dari spesies yang bersangkutan. Ada dua kelompok gerakan, yaiu:
a) Epiboli
Gerakan melingkup, terjadi di sebelah luar embrio. Berlangsung pada bakal ectoderm epidermis dan saraf. Sementara bakal endoderm dan mesoderm bergerak, epiboli menyesuaikan diri sehinggak ectoderm terus menyelaputi seluruh embrio.
b) Emboli
Gerakan menyusup, terjadi di sebelah dalam embrio. Berlangsung pada daerah-daerah bakal mesoderm, notochord, pre-chorda, dan endoderm. Daerah-daerah itu bergerak kea rah blastocoel. Dibagi atas tujuh macam, yaitu:
·      Involusi, gerakan membelok ke dalam,
·      Konvergensi, gerakan menyempit,
·      Invaginasi, gerakan melipat suatu lapisan,
·      Evaginasi, gerakan menjulur suatu lapisan,
·      Delaminasi, gerakan memisahkan diri sekelmpok sel dari kelompok utama atau lapiasan asal,
·      Divergensi, gerakan memencar,
·      Extensi, gerakan meluas.
4) Tingkat Tubulasi
a)    Pertumbuhan panjang dan lebar di bagian kepala, sehingga terangkat dari bagian bawahnya,
b)   ertumbuhan panjang dan besar bagian badan embrio,
c)    Pertumbuhan bagian ekor,
d)   Pertumbuhan melengkung bagian dorsal embrio, sehingga terangkat dari bawahnya,
e)    Periode antara (transisi)
Perantara periode awal dan akhir. Di sini embrio mengalami transformasi bentuk dan susunan tubuh secara berangsur sehingga akhirnya mencapai bentuk efinitive yaitu embrio sudah seperti bentuk dewasa, bentuk dan susunan tubuh merupakan efinitiv setiap spesies hewan. Bagian-bagian tubuh embrio dari bentuk efinitiv mengalami deferensiasi terperinci dan lengkap (Yatim, 1990).
f)    Periode pertumbuhan akhir
Pertumbuhan penyempurnaan bentuk efinitive sampai kelahiran. Bagi hewan yang tidak berberudu sukar membuat batas antara periode antara dengan periode akhir sehingga digabung menjadi tingkat organogenesis, yakni proses pembentukan alat tubuh serat mengkoordinasikannya dalam berbagai sistem (Yatim, 1990).
Periode Kebuntingan Tiap spesies, yaitu
Spesies
Lama Kebuntingan
Kuda
11 bulan
Sapi
9 bulan 10 hari
Domba
5 bulan
Babi
3 bulan 3 minggu dan 3 hari
Anjing
2 bulan



C.  Pembentukan Embrio atau Organogenesis
            Pada periode embrio/organogenesis ini meliputi pembentukan:
      1)  Lapisan-lapisan lembaga (germ layer)
 a)  Endoderm  (Lapisan germ yang paling dalam)
            Pertama tampak ketika suatu lapisan sel tunggal  terdorong keluar dari inner cell  mass  dan tumbuh mengelilingi blastokul merupakan awal/origo dari sistem digesti, hepar, pulmo, organ internal lain
b) Mesoderm (Lapisan germ/lembaga  tengah)
Lapisan sel2 inner cell mass, yang terdorong di antara endoderm dan ektoderm  origo dari sistem skelet, otot, sistem sirkulasi dan sistem reproduksi
c)  Ektoderm (Lapisan germ yang paling luar)
Origo dari sistem syaraf, organ indera, rambut, gl.mamme (Toelihere,1979).
       2)  Trofoblast akan menjadi:         
a)  Amnion
Non-vaskuler, berisi cairan yang dihasilkan fetus bantalan untuk proteksi  Robek saat kelahiran
 b)  Yolk sac
 Sebagai cadangan makanan. Mammalia: atropi
c)    Allantois    
Penuh dengan pembuluh darah menyatu dengan chorion (Allantochorion)  membawa darah ke chorion
d)   Chorion
Membran fetus terluar melekat pada induk (Toelihere,1979).

D.  Tahapan Perkembangan pada Masa Embrio
Tahap – tahap proses perkembangan embrio yaitu melalui tahap awal perkembangan manusia diawali dengan peristiwa pertemuan/peleburan sel sperma dengan sel ovum yang dikenal dengan peristiwa fertilisasi. Fertilisasi akan menghasilkan sel individu baru yang disebut dengan zygote dan akan melakukan pembelahan diri/ pembelahan sel (cleavage) menuju pertumbuhan dan perkembangan menjadi embrio.
·      Bulan pertama:  Sudah terbentuk organ-organ tubuh yang penting seperti jantung yang berbentuk pipa, system saraf pusat (otak yang berupa gumpalan darah) serta kulit embrio berukuran 0,6 cm.
·      Bulan kedua : Tangan dan kaki sudah terbentuk, alat kelamin bagian dalam, tulang rawan (cartilago). Embrio berukuran 4 cm.
·      Bulan ketiga : Seluruh organ tubuh sudah lengkap terbentuk, termasuk organ kelamin luar. Panjang embrio mencapai 7 cm dengan berat 20 gram.
·      Bulan keempat : Sudah disebut dengan janin dan janin mulai bergerak aktif. Janinmencapai berat 100 gram dengan panjang 14 cm.
·      Bulan kelima : Janin akan lebih aktif bergerak, dapat memberikan respon terhadap suara keras dan menendang. Alat kelamin janin sudah lebih nyata dan akan terlihat bila dilakukan USG (Ultra Sonographi).
·      Bulan keenam : Janin sudah dapat bergerak lebih bebas dengan memutarkan
badan (posisi).
·      Bulan ketujuh : Janin bergerak dengan posisi kepala ke arah liang vagina.
·      Bulan kedelapan : Janin semakin aktif bergerak dan menendang. Berat dan panjang janin semakin bertambah, seperti panjang 35-40 cm dan berat 2500 –
3000m.
·      Bulan kesembilan : Posisi kepala janin sudah menghadap liang vagina. Bayi siap untuk dilahirkan.

E.  Hormon yang Berperan dalam Perlembangan Embrio
Mekanisme kerja hormon yang sangat berperan dalam kebuntingan salah  satunya adalah  progesterone  yang  berfungsi  menormalkan/ menekan  kerja hormon estrogen sehingga semua organ bekerja dalam keadaan seimbang (menjaga kebuntingan) (Toelihere,1979).
Estrogen mempengaruhi pertumbuhan dari endometrium, sedangkan progesteron mempengaruhi pertumbuhan kelenjar endometrium.

 "Saya Tunggu Komentar dan Saran Anda"

2 komentar: