Sabtu, 29 September 2012

Peternakan Sapi Perah Terbesar di Asia Tenggara


Peternakan sapi perah milik PT Greenfields di desa Babadan, lereng Gunung Kawi, Malang, Jawa Timur, tercatat sebagai yang peternakan terbesar di Indonesia, bahkan se-Asia Tenggara, demikian dilaporkan detik.com. Sebayak 6.000 ekor sapi holstein dikembangbiakkan disana untuk diambil susunya, dan setiap tahun menghasilkan 20 juta liter susu murni.


Peternakan PT Greenfields Indonesia, sebagaimana dilansir oleh situs resminya, dirancang dan dikembangkan oleh para ahli dan profesional dari Australia dan Amerika Serikat. Peternakan canggih ini dilengkapi dengan bangsal pemerahan susu, kandang-kandang dengan udara terkendali, serta peralatan pemberian makan yang terkendali pula.

Setiap tahun supervisor dan manajer dari peternakan ini dipilih untuk menjalani pelatihan intensif di kedua negara itu agar mereka selalu mengikuti beberapa teknik mutakhir di berbagai bidang peternakan dan perusahaan susu modern.


Peternakan ini dikelola dengan sistem 'Herd Information' yang diimpor dari Amerika. Sistem ini mencatat informasi strategis dari setiap sapi seperti data keturunan, jumlah makanan, riwayat produksi susu, kesehatan, dan status reproduksinya.

PT Greenfields Indonesia mengimpor sapi perah mutu terbaik jenis Holstein dari Australia, yang secara khusus dipilih dengan sistem komputer DHIA untuk menentukan anak-anak sapi kelas utama berumur 10 - 12 bulan. Sapi yang terpilih, dan dinyatakan layak, kemudian dibesarkan di Australia sebelum dikirim ke peternakan kami di Malang.


Untuk menjamin dihasilkannya mutu susu terbaik, kesehatan dan nutrisi sapi - sapi perah ini terus diawasi secara ketat. Pakan sapi berkualitas diantaranya berasal dari rumput, pohon jagung, hingga makanan khusus yang diimpor dari Australia.


Seekor sapi di peternakan ini setiap harinya mampu menghasilkan 27 liter susu. Suasana tenang di pegunungan memberikan rasa nyaman bagi sapi yang ditempatkan di peternakan dan pabrik pengolahan yang terintegrasi tersebut.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar